![]() |
Seorang pria berinsial B (35) menjadi korban pemerasan oleh wanita mantan pacarnya berinisial SS (26). Pria asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu diperas berkali-kali dan terpaksa menyerahkan uang mencapai Rp 270 juta lantaran SS mengancam akan menyebarkan
Aktivis isu hak digital dan gender Ellen Kusuma menerangkan kasus pemerasan tersebut menunjukkan tidak semua korban sekstorsi adalah perempuan. Sekstorsi merupakan tindak pemerasan disertai ancaman penyebaran konten eksplisit, intim, atau pribadi dalam bentuk foto dan
"Biasanya mayoritas pelaku laki-laki dan korban biasanya perempuan. Dalam kasus ini, ternyata perempuan bisa jadi pelaku dan laki-laki jadi korban," kata Ellen kepada JaminViral, Selasa (19/06/2024)
![]() |
| Ilustrasi Expresi Wanita Pemeras (Foto : jaminviral ) |
Ellen menilai kasus pemerasan yang dialami B berlangsung dalam waktu cukup panjang. Menurutnya, kasus Sekstoris seperti itu turut membuat emosi korbannya mengalami tekanan.
"Tentunya ini menyebabkan adanya kekerasan emosional. Misalnya dengan mengungkit peristiwa lain seperti pelaku mengaku hamil, keguguran, dan sebagainya," ucap Ellen.
Menurut Ellen, kasus yang dialami B berbeda dengan Revenge Porn atau pornografi balas dendam. Sebab, SS terus menerus melakukan pemerasan itu dan mengancam B jika tidak mengikuti keinginannya.
"Karena korban selalu mengikuti keinginan pelakunya. Pelaku merasa di atas angin. Pelaku melakukan (PEMERASAN) berkali-kali," ujar Ellen.
Dalam kasus ini, Ellen berujar, SS telah menggunakan konten bernuansa seksual tersebut sebagai komoditas sekaligus untuk menakut-nakuti B. Salah satu langkah yang perlu diambil oleh korban sekstorsi adalah segera melapor ke polisi.
"Jangan ragu melaporkan ke polisi. Korban juga bisa mencari lembaga layanan terdekat seperti LBH, berkonsultasi terkait dengan situasi yang dihadapi," katanya.
Ellen mengatakan kasus yang dihadapi B dapat menjadi pelajaran agar selalu berhati-hati dan menjaga data pribadi. "Hati-hati membuat jejak digital bersama orang lain. Karena hubungan kita dengan orang, tidak seabadi jejak digital kita," tandas Ellen. JAMIN VIRAL, Selasa (19/06/2024


Komentar
Posting Komentar