Viral Video Mesum Dua Remaja di Kuningan Viral, Semua Pihak Diminta Berperan Antisipasi Kejadian Serupa
![]() |
| Foto : 2 Remaja saat melakukan mesum |
JAMIN VIRAL - Publik dihebohkan dengan video mesum viral berdurasi 3 menit 24 detik. Video pornografi tersebut menunjukkan dua remaja belasan tahun yang merupakan pelajar SMP dan SD di sebuah ruang kelas SD di Kuningan, Jawa Barat, itu, bahkan tersebar luas di media sosial.
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Macmudin pun meminta agar semua pihak berperan mengantisipasi terulangnya kasus asusila remaja yang divideokan hingga menjadi viral di media sosial itu.
Komunikasi kepada para siswa, seperti dikatakan Bey Machmudin, perlu lebih ditingkatkan dan perhatian yang lebih tinggi perlu diberikan pada para pengajar guna mencegah hal memprihatinkan itu terulang lagi.
"Saya minta lebih banyak lagi komunikasikan ke siswa. Terutama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tidak hanya di Kuningan," kata Bey Machmudin di Universitas Padjadjaran, Bandung, pada Senin, 7 Oktober 2024.
Di samping itu, dia juga berujar, telah menjalin komunikasi dengan Pelaksana Harian Kadisdik Jawa Barat terkait hal tersebut . "Jadi harus ada tokoh agama, tokoh masyarakat untuk bicara di sekolah," ucap dia menegaskan.
![]() |
| Pejabat Gubernur Jawa Barat Bey T Machmudin |
Untuk mengantisipasi lebih jauh, Bey pun meminta Dinas Pendidikan dan beberapa pihak terkait untuk mencari solusi yang manjur untuk menyelamatkan generasi muda Jawa Barat.
"Tapi untuk Kuningan, Kantor Cabang Dinas (KCD) sudah memanggil sekolah, siswa dan orangtua," kata dia. "Kami harus bicara juga dengan dinas terkait bagaimana solusi jangan hanya mitigasi. Tapi preventif seperti apa. Ini masih kami bahas."
Bey prihatin dan memastikan bahwa kasus itu sudah diproses di Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat. Pj Gubernur Jawa Barat itu juga mengatakan, sudah mendapat kabar bahwa dua anak yang ada di video mesum tersebut dipindahkan sekolah.
"KCD sudah menindaklanjuti dengan aparat setempat. Orangtua juga sudah dipanggil. Solusinya akan pindah sekolah. Informasinya itu saja," ujar Bey Machmudin menegaskan.***


Komentar
Posting Komentar